Wow di Salak 3

-Late Post- 5 November 2014 lalu, ada Postingan di Grup FB IKLIM, Ikatan Lima Belas, sebuah Grup komunikasi Alumni BEC 15. Postingan tersebut dari kawan kami yang bernama Denny, Denny mengiformasikan bahwa dia dan beberapa kawan yang lain akan melakukan ke hiking Gunung Salak pada hari minggu, 9 November. Membaca posting-an tsb aku langsung membatalkan rencana untuk menghadiri Indonesian International Book Fair di Senayan biar bisa ikutan hiking bareng anak 15. 2 hari berlalu, rintik hujan, dingin, gemericik suaranya menemani Sabtu malam ku tuk mempersiapkan apa saja yang harus aku bawa tuk petualangan seru besok. Tak lama ku bersiap tanpa langsung ku packing. Setelah itu lanjut tidur.

Alarm berbunyi dari 2 HP yang berada di dekatku, sudah waktunya bangun karena waktu sudah pukul 3.30 Pagi. Aku bergegas ke kamar mandi cuci muka, sikat gigi, kemudian wudhu. Mumpung masi h ada waktu sebelum shubuh tuk sholat malam. Dilanjutkan dengan packing perlengkapan yang dibawa. Tak lama kemudian kumandang suara indah adzan terdengar, Sholat Shubuh, baca Qur’an lalu mandi.

Tak terasa matahari sudah mulai memancarkan cahayanya.  Jam setengah 6 aku mulai melangkahkan kaki diantar oleh ayah tercinta naik sepeda ke terminal. Tapi, tak langsung menuju terminal aku mampir dulu ke Mini Market disana aku membeli beberapa makanan ringan sebagai bekal nanti. Tak lama aku disana, setelah yangku beli ku kira cukup aku langsung melanjutakn perjalanan. Singkat cerita sampailah aku di terminal Tg Priuk dan  kawanku Maya sudah disana, di depan bus jurusan Bogor. Alhamdulillahnya Maya juga baru sampai. Tak menunggu lama kami berdua langsung masuk kedalam bus. Arghhh..sudah kami kira bus ini akan ngetem cukup lama yah kurang lebih 15 menit, setelah jalan, jalannya kaya keong berasa mau ngedorong itu bus biar jalannya cepet (padahal kuat ma ngga) hehe..tapi kami maklum yah mungkin bapak supir dan bapak knek mengejar setoran.

Di dalam bus, perasaan kami tidak tenang, karena kami tahu kita nggak akan sampai jam 7 ke Bogor tepatnya di BTM tempat meeting point kita. Benar saja sesaat itu hp berdering..ku lihat layardan ternyata itu Rezha..mewakili pesan kawan- kawan yang lalin sudah BT menunggu, bagaimana tidak sudah setengah jam menunggu menayakan keberadaan kita. Sudahlah..bagaimana pun tidak ada yang bisa kami lakukan selain berdoa biar bus ini cepat sampai Baranang Siang.

Penantian lelah sambari tertidur akhirnya sampai juga di Bogor tercintahh..keluar pintu Tol Bogor saat itu sudah jam 8, kemuadian sampailah kita di Baranang Siang. Lanjut cari ojeg biar cepet sampe..Muter-muter akhirnya nemu juga abang ojeg..tapi abang ojegnya malah bikin bad mood jadi males naik ojeg abang itu (Ga usah di ceritain ya..hehe). Yaudah balik lagi kita ke terminal cari ojeg lain. Dan Akhirnya ada abang2 sepertinya dia bukan abang ojek  yang berbaik hati menawarkan jadi ojeg buat kita karena melihat kita dari tadi bolak- balik cari ojeg. Alhamdulillah…

Ramainya jalan yang dipenuhi kendaraan berplat B, Panasnya pagi hari di Bogor tepat di depan KRB menemani kami yang berdesak dalam 1 motor bertiga hehe..Dan sampai juga kita kita di BTM. Celingak-celinguk mencari kawan2 kami yang sudah menunggu. Malu juga, mau ditaruh di mana nih muka…Cuma gara-gara nunggu kita berdua jadi telat 1 setengah jam dari jadwal yang sebelumnya sudah kami rencanakan. Tiba-tiba munculah Rezha yang disusul kawan yang lalinnya dari seberang jalan. Setelah mereka menyebrang aku maya un meminta maaf atas keslahan kita..

So, tanpa lama2 kita langsung cari angkot ke Ciapus, dapet angkot langsung caw deh. Suasana diangkot cukup ramai karena kami sudah lama tak berjumpa, sepanjang jalan kita mengobrol. Mulai membahas Bogor, kampus, atau saling bully-bully-an buat bercandaan sampai-ampai tak terasa kalau kita sampai di Sukamantri Ciapus.

Sampai di Lapangan Sukamantri, Jalanan aspal yang masih mulus dan menanjak sudah menanti kami. Namun, kami tak langsung jalan karena masih menunggu beberapa teman yang rumahnya tak jauh dari sini. Sambil menunggu kami pergi ke toko klontong yang  di lang anak2 itu adalah Supermarket macam Gi**nt, C**efour haha. Maklum kita punya imajinasi yang begitu tinggi hehe. Setegah jam kemudian beberapa teman yang ita tunggu sudah datang. Saatnya melanjutakan perjalanan. Stop jangan jalan dulu..kita berdoa sejenak, tundukkan kepala dan …berdoa..Hitungan detik kami pun bilang aamiin…

Lets Go..Start the real adventure

 

Narsis sebentar ditake sambil jalan

Narsis sebentar ditake sambil jalan

Berjalan dijalan beraspal yang makin lama mengicil dan semakin tak beraturan. Di kanan jalan nampak beberapa blok pembibitan pinus dan beberapa jenis pohon lain milik warga setempat sedang di sisi kiri terdapat ilalang yang cukup indah dengan backgound pegunungan yang samar  karena kabut. Suara aliran air yang jernih pun terdengar menenangkan perjalanan kami.

Di ujung jalan

Terus langkahkan kamki mu dan saksikan betapa besarnya Allah

Maaf ya kawan, sekli lagi nunggu kita

Maaf ya kawan, sekli lagi nunggu kita

Buperta Sukamantri, Ciapus

Buperta Sukamantri, Ciapus

Continue reading

Kembali Kesana, Kota Tua Jakarta

Late Post;

Sabtu, 27 September 2014 lalu, Saya, bersama kakak dan satu kawannya kembali menjaelajahi Kawasan Kota Tua. Tempat yang tak begitu jauh dari rumah kami, Tg. Priuk.

Kawasan Kota Tua Jakarta merupakan salah satu destinasi tempat wisata yang sering dikunjungi oleh wisatawan, banyak juga anak-anak sekolah yang study tour kesana karena banyak museum-museum yang syarat akan nilai-nilai sejarah di Indonesia.

Tujuan kami kesana hayanlah sekedar jalan-jalan saja dan sedikit hunting photo.

Warna - warni Sepeda Kota Tua Jakarta yang disewakan di Kotu

Warna – warni Sepeda Kota Tua Jakarta yang disewakan di Kotu

Bangunan Tua yang akan difungsikan kembali

Bangunan Tua yang akan difungsikan kembali

Bapak Penjual Parabot

Bocah itu, mendandani Ondel-ondel mereka

Bocah itu, mendandani Ondel-ondel mereka

Enath apa fungsinya, sekedar pemanis atau memang buat duduk-duduk pengunjung Kotu

Enath apa fungsinya, sekedar pemanis atau memang buat duduk-duduk pengunjung Kotu

Jembatan Merah di balik tanaman yang menghiasi trotoar

Jembatan Merah di balik tanaman yang menghiasi trotoar

Terbayang suasana disini saat zaman penjajahan Belanda dahulu, lalu lalang kapal-kapal melintasi sungai kecil itu

Terbayang suasana disini saat zaman penjajahan Belanda dahulu, lalu lalang kapal-kapal melintasi sungai kecil itu

Nemu Es Potong di dekat Jembatan Merah, beli yukk

Nemu Es Potong di dekat Jembatan Merah, beli yukk

Setelah didandandani ondel-ondelnya sudah cantik dan siap menemani pengunjung Kotu tuk foto

Setelah didandandani ondel-ondelnya sudah cantik dan siap menemani pengunjung Kotu tuk foto

IMG_0156

Jenderal Soedirman ala manusia patung

Jenderal Soedirman ala manusia patung

Masih Mepersiapkan

Opa ini pun ikut senang ada manusia patung ini :)

Opa ini pun ikut senang ada manusia patung ini 🙂

Jendral Soedirman ala Manusia patung sudah siap menjadi patung di bawah teriknya matahari Jakarta

Jendral Soedirman ala Manusia patung sudah siap menjadi patung di bawah teriknya matahari Jakarta

The First Real Hiking

Bersatu tanpa membedakan suku.
Bersatu tanpa membedakan asal daerah
Kita disini, di bawah langit biru Alun-alun Surya Kencana Gunung Gede Pangrango bertekad tuk selalu mencintai dan menjaga indahnya Indonesia kita….insyaAllah
7 Sep 2014, Taman Nasional Gunung Gede Pengarango bersama TAPALA STP

View on Path

Sebiru Hari Ini

Untuk ke sekian kalinya, aku tertegun, diam, menyaksikan satu dari jutaan keindahan ciptaanMu di Bumi Indonesia…. – at Taman Nasional Gunung Gede Pangrango 2985 mdpl

Alhamdulillah, sampai puncak juga. Memang dari awal ini tujuan ku. Ada rasa nggak percaya karena saat awal mendaki merasa nggak bisa sampai puncak. Saat itu, menarik nafas pun susah, panik juga yang lain dikira Asma ku kambuh. Ya, aku memang pernah punya Asma tapi itu sudah lama sekali dan tak pernah kambuh selama ini. Wajah pucat pun selalu singgah di wajah ku kala itu. Walau begitu aku akan tetap mencoba mendaki di gunung yang berbeda di lain waktu…InsyaAllah