Jejak Sebuah Do’a

Malam mungkin menjadi saksi bahwa aku pernah berbisik pada bumi. Mendengarkan segala yang aku cerita kan padanya. Menemani aku untuk berbagi atau sekedar menjadi penepis sesuatu yang hampir menarik diriku untuk memikirkan nya.

Perlahan, tak terasa butiran bening mengalir dari tepi mata ku dan jatuh ke bumi.

Harap ku hanya lah pada Nya. Kugantungkan semua pada Nya.

Lirih untaian do’a dengan keyakinan bahwa Dia akan memberikan jawaban terbaik untuk ku. Kemana aku melangkah ketika aku berada dalam persimpangan? Jalan mana yang harus aku ambil?

Lagi, ku tak ragu menyebut nama Mu. Terus menjadi jejak do’a yang berbaris menunggu terjawab oleh waktu.

Akhwat ransel

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s