Ada Apa dengan 43?

 

Kejadian ini terjadi di sebuah angkutan umun di Jakarta. Pasti orang yang sudah atau sering berada di Jakarta tahu. Dengan model bis jepang (emang import dari Jepang sih) warnanya yang putih dan garis lebar hijau dengan rute yang ditempuhnya yaitu untuk daerah Tg. Priuk- Cililitan. Untuk jam berangkat dan pulang kerja selalu ramai dengan penumpang yang selalu berdesakan. Bis yang satu ini bisa dibilang salah satu angkutan umum favorit dikalangan masyarakat. Ongkosnya yang murah, mungkin menjadi salah satu alasannya. Tapi jangan salah karena ongkosnya yang murah kita kudu, harus bin wajib hati-hati. Karena selalu ada saja hal-hal yang tak diinginkan terjadi, seperti pencopetan dompet ataupun Handphone.

Waktu itu tanggal di kalender menunjukkan tanggal 17 September 2012, tepatnya hari Senin. Itu mengharuskan saya untuk kembali ke Bogor. Sebuah kota dimana saya menuntut ilmu disana. Saat itu ada perbekalan PI, Praktek Industri, yang berlangsung selama dua hari. Saya pergi dari rumah diantar oleh Ayah yang kebetulan hari itu sedang cuti. Namun, hanya sampai Polres Tg.Priuk atas permintaan saya. Setelah sampai disana kami menunggu bis jur Bogor, tapi tak kunjung datang sedang waktu terus berjalan. Akhirnya saya memutuskan untuk ngeteng sampai Gudang Garam. Yaitu naik bis 43. Sungguh tak disangka, bis 43 tersebut sangat ramai sampai tak ada celah untuk bergerak. Dan itu membuat saya agak sedikit repot dengan tas ransel yang lumayan berat plus sebuah tas ditenteng. Karena begitu ramainya, saya jadi lupa akan tas tentengan saya. Saat hampir sampai di Gudang Garam, saya pun bersiap-siap untuk turun. Bergerak maju menuju pintu tengah di tengah desakan orang. ” Waduh, ribet banget nih, mana tas gua berat banget lagi” batin saya. Dan tiba-tiba sampailah di Gudang Garam, saya pun turun. Baru beberapa langkah kaki, dari bis yang mulai berjalan, eh ada mba2 bilang sama saya,” De’, tasnya jebol tuh”. Secara spontan, saya pun lansung melihat tas tentengan saya, eh, bener jebol. Firasat saya pun jadi gak enak. Karena saya meletakkan dompet dan HP disitu. Saya menyingkir ke tepi jalan untuk memeriksa, apa ada barang yang hilang dan langsung dikerubungin 4-7 orang lah. Setelah saya periksa itu tas, eits..bener firasat saya..HP saya hilang. Kemudian salah satu bapak, sepertinya ia seorang satpam bilang, “Naik bis apa tadi De’? “43” jawab saya. “Yah, itu ma nggak bakalan selamat, gak bakal balik lagi, 43 mah sarangnya, apalagi jam berangkat kerja kayak gini” lanjutnya. Sayapun langsung lemes. Mana no. yang di HP itu saya sebar kebeberapa perusahan saat saya bertanya mengenai tempat untuk praktekindustri via e-mail. dan terlebih lagi uang yang lumayan besar nominalnya, juga abis hilang tadi dirumah. Udah Jatuh Tertiban Tangga Pula. Sepertinya peribahasa itu cocok untuk saya. Jadi bingung, nggak tahu apa yang harus dilakukan. Mau pulang lagi, perbekalan PI wajib diikutin. tapi, akhirnya saya putuskan untuk malanjutkan perjalanan. Saya langsung naik bis Laju Utama jur. Bogor. Setelah duduk, saya mengambil nafas yang panjang untuk membuat diri saya lebih tenang. Kemudian tak lama setelah duduk, bis pun segera berjalan. Sayapun memaca Alma’ Tsurat (Dzikir Rasulullah Pagi dan Petang) dengan harapan, saya lebih tenang. Tak terasa, sedikit butiran cair bening keluar dari mata saya. Saya kasihan sama ayah. Padahal HP itu belum ada setahun. Bukan rezeki kali yah, jadi saya ikhlaskan HP itu.

5 hari berlalu dari kejadian hari Senin. Belum genap seminggu. Hal yang sama terjadi lagi. Buat cerita lengkapnya, nati ya….

# buat teman-teman semoga kisah saya bisa menjadi saebuah pelajaran ya. Kalian harus hati-hati kalau lagi di angkutan umum. Apalagi kalau pergi sendirian. Tapi, tetap mohon perlindungan Allah. Semoga kita senantiasa selalu dijauhkan dari hal-hal yang seperti itu…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s