Tawakal

Teman- teman sudah tahu apa itu tawakal? Kali ini n2fs akan berbagi ilmu mengenai Tawakal. Mulai dari Pengertiannya sampai hikmah tawakal itu sendiri. Check this out…friends..


  1. Arti dan Makna Tawakal

A. Arti Tawakal dari Segi Istilah

Tawakal berasal dari kata ta’rif. Ta’rif sebagai sifat berserah diri sepenuhnya kepada ketetapan dan takdir allah swt setelah melakukan ikhtiar dan usaha yang maksimal.

B. Arti Tawakal dari Segi Bahasa

Tawakal merupakan bentukan kata al-wakalah yang mengandung arti menyerahkan,menyandarkan atau mempercayakan. Jadi tawakal merupakan ungkapan lain dari penyandaran hati yang di serahi, karena hati telah percaya sepenuhnya.

Jadi secara garis besar Tawakal adalah menyerahkan semua urusan kepada pihak lain atau menggantungkan kepadanya. Hal ini disebabkan karena ia percaya penuh kepada yang diserahi karena ia tidak mampu menangani sendiri.

 

  1. Hadis yang Terkait dengan Tawakal

Imam Ibnu Rajab berkata : ” Hakekat tawakal adalah hati benar – benar bergantung kepada Allah SWT guna memperoleh maslahat dan menolak madharat dari urusan dunia dan akherat dan menyerahkan semua urusankepada-Nya.” ( Jami’ul Ulum wal Hikam, hal. 588, hadist no. 49 ).

Syaikh Ibnu Utsaimin berkata : ” Tawakal adalah menyandarkan permasalahan kepada Allah dalam mengupayakan yang dicari dan menolak apa – apa yang tidak disenangi disertai percaya penuh kepada Allah dan menempuh sebab yang diizinkan syariat.”

Dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa tawakal mempunyai dua syarat:

1.      Penyandaran tawakal kepada Allah dengan sebenar – benarnya.

2.      Harus menempuh sebab yang diizinkan syarat

  1. Firman Allah

Dan hanya kepada Allah saja hendaknya kamu bertawakal, jika kamu benar-benar orang yang beriman. (QS Al-maidah/5:23)

Karena itu, hendaknya kepada Allah saja orang-orang mukmin bertawakal (QS Ali Imran/3:122)

Dan bertawakallah kepada Allah yang hidup kekal, yang tidak mati, dan bertasbihlah dengan memuji-Nya. (QS Al-Furqan/25:58)

Dialah Allah, tiada tuhan selain dia. Dan hendaknya kepada Allah saja orang-orang mukmin bertawakal (QS At-Taghabun/64:13d)

  1. Cara Meraih Tawakal

Tawakal adalah amalan hati atau ibadah jiwa,tawakal tidak bisa di lepaskan atau di pisahkan dari iman. Bahkan tidak sedikit ulama yang menyebutkan bahwa tawakal merupakan puncak keimanan. Oleh karena itu,untuk meraih tawakal, yang pertama-tama dilakukan adalah usaha penanaman, pembinaan,dan pemeliharaan nilai-nilai keimanan yang terus menerus tanpa henti, sehingga dicapai kemantapan iman,atau kemantapan akidah.

  1. Tingkatan Tawakal

Menurut al-ghazali, di dalam penerapannya.tawakal terdiri atas tiga tingkatan:

  • Tingkatan bidayah
  • Yaitu hati senantiasa Tentram terhadap apa yang dijanjikan atau yang di tentukan allah swt
  • Tingkatan taslim
  • Yaitu menyerahkan semua urusan kepada allah swt, karena dialah yang mengetahui segala sesuatu mengenai diri dan keadaannya.
  • Tingkatan tafwid
  • Yaitu rela dan ridha menerima segala ketentuan allah swt, bagaimanapun bentuk dan keadaannya

6. Dampak Positif Tawakal

  • Perwujudan dari keimanan dan kepasrahan kepada Allah SWT.
  • Mendukung usaha perdamaian antar sesama manusia.
  • Menguatkan jiwa dalam menghadapi permasalahan hidup.
  • Mendatangkan ketenangan jiwa.
  • Menumbuhkan kesadaran bahwa sesuatu kembali kepada Allah.
  • Mendatangkan kepuasan batin

    7. Hikmah Tawakal

  • Selalu berada dalam ketenangan,ketentraman, dan kegembiraan.
  • Jika ia memperoleh nikmat dan karunia dari allah swt,ia akan bersyukur.
  • Jika ia memperoleh suatu musibah ia akan tetap bersabar.
  • Selalu menyerahkan semua keputusan bahkan dirinya sendiri hanya kepada allah swt.
  1. Simpul-Simpul Nilai Tawakal
  • ‘azam yaitu tekad atau kehendak dan ikhtiar yang sungguh-sungguh.
  • Ujian, tidak akan ada tawakal tanpa ujian
  • Sabar dan syukur
  • Ridha dan rela, yaitu sikap dan perasaan rela terhadap ketentuan allah swt.

Sumber:

  1. Fathudin, TM Natsir. 2008. Kuliah Akhlak. Bogor: Pesantren Baitussalam.
  2. Ilmy, Bachrul. 2004. Pendidikan Agama Islam. Jakarta: Grasindo.
  3. Hasan, Ali. 1978. Tuntunan Akhlak. Jakarta: Bulan Bintang.

4 thoughts on “Tawakal

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s